Foto Ipan Nursila Nugraha
Tentang Saya

Saya percaya omset besar tanpa profit itu jebakan. Gak terikat satu formula — saya cari celah paling efisien buat sampai ke target, apapun channelnya..

Ini cerita lengkapnya — bukan versi singkat yang ada di homepage.

Perjalanan

Origin Story

2012 – 2015

SMK MJPS 1, Teknik Komputer Jaringan

Jurusan saya waktu sekolah adalah jaringan komputer — bukan marketing, bukan bisnis. Gak ada yang menyangka jalannya bakal ke sini.

2015 – 2019

Retail, hospitality, dan hobi yang diam-diam serius

Setelah lulus, jalan saya nggak langsung ke marketing. Saya kerja sebagai waiter di restoran Jepang, lanjut jadi SPB di Matahari, lalu staff di minimarket Circle K. Yang beda: di luar jam kerja, saya serius belajar internet marketing sendiri — sampai hobi itu yang akhirnya membawa saya masuk ke Sheika Hijab (sekarang Sheikalova) sebagai digital marketer.

2019

Resmi jadi SPV Advertiser, CV Sheikalova

Pegang budget Rp120 juta/bulan, belajar lewat coba-salah langsung di akun iklan client. Berhasil naikkan leads 120% dan closing rate dari 20% ke 35%.

2021

Naik jadi Leader, pegang 6 brand sekaligus

Membawahi tim lintas disiplin — Customer Service, Advertiser, Admin — untuk 6 brand berbeda. Titik saya mulai belajar bukan cuma eksekusi, tapi juga memimpin orang.

2022

Berani keluar, bangun sendiri

Merintis agensi sendiri dari modal Rp8 juta.

Rp8 Jt → Rp580 Jt omzet bulan ketiga namun harus berakhir dengan kebangkrutan pada bulan ke 12
2024 – 2025

Freelance, lintas platform

Kerja lintas brand UMKM Tasikmalaya, di Shopee, Meta Ads, TikTok Shop.

2025

SPV Ads Performance di Upscale, sambil diam-diam bangun sendiri

Mulai pegang portofolio klien lebih besar di Upscale — riset mendalam, A/B testing, cari formula konten winning. Di saat yang sama, saya tetap freelance menangani brand lain di luar jam kerja — termasuk Atva dan Heavenly Dental, dua brand yang sekarang jadi bagian dari portofolio agensi saya sendiri.

2026 — Sekarang

Brighty, akun terbesar

Full funnel dari TOFU sampai BOFU di semua platform, sambil jaga ROAS dan GMV tetap sesuai target.

Practitioner Angle

Pola yang saya lihat berulang

Tujuh tahun menangani banyak brand ngajarin saya bahwa kesalahan yang bikin bisnis rugi itu jarang soal strategi besar — biasanya soal hal kecil yang dibiarkan terlalu lama.

Budget iklan yang telat di-top up sampai kampanye mati — dan ROAS-nya malah kelihatan naik saat itu terjadi, padahal itu sinyal palsu.

Affiliate atau konten yang performanya turun, dibiarkan tanpa evaluasi sampai volume-nya anjlok dan baru ketahuan telat.

Milih creator berdasarkan jumlah followers, bukan histori konversi — reach besar, closing kecil.

Semua channel dipukul rata pakai strategi yang sama, padahal tiap satu butuh pendekatan beda.

Kerja sama dengan saya, kamu dapat orang yang udah lihat pola-pola ini berulang — bukan cuma orang yang jago bikin iklan.

Skillset

Yang saya kuasai

Hard Skill

  • Meta Ads
  • TikTok Ads
  • Google Ads
  • Tools Spy & Analisis
  • Copywriting
  • Landing Page
  • SEM
  • CRM
  • Google Sheets
  • WordPress
  • Optimasi Marketplace

Soft Skill

  • Leadership
  • Analisa
  • Strategi Marketing
  • Public Speaking
  • Adaptif
  • Kemandirian Belajar & Bertumbuh
Di Luar Kerja

Sisi Personal

Foto personal Ipan Nursila Nugraha

16 dari 24 jam sehari, saya jarang jauh dari laptop bukan nya sok sibuk. Buat saya, performance marketing bukan cuma pekerjaan — ini tanggung jawab untuk menyebarkan manfaat yang lebih luas, buat saya dan orang-orang di sekitar saya. Ketika ada klien yang tumbuh, saya senang bukan cuma karena kerjaan saya berhasil dan saya dibayar — tapi karena saya yakin itu membuka lapangan kerja baru dan jadi rezeki buat orang lain.

Mari Bekerja Sama

Kalau ceritanya related, atau brand kamu butuh orang yang udah lihat kesalahan orang lain sebelum itu terjadi ke kamu — mari ngobrol.